Antusias anak-anak sekolah dasar desa pulau gangga melihat Rupiah pecahan 75 ribu
2,5
jam dari tondano minahasa menuju dermaga desa serei kecamatan likupang
barat kemudian lanjut sekitar 30 menit
dengan perahu motor menuju pulau gangga
atau dari Manado kita harus menepuh jarak sekitar 12 kilometer untuk menuju
pulau ini, tepatnya di desa gangga 1 kecamatan likupang Barat Kabupaten
Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Desa yang berpenduduk sekitar 1.689 jiwa ini
memiliki pantai yang indah dengan pasir putihnya yang begitu halus bagaikan
tepung. Meskipun demikian pulau ini memiliki keterbatasan dalam beberapa akses
seperti listrik yang hanya ada pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi, jaringan
seluler yang hanya bisa di akses oleh satu hingga dua provider saja, sampai ke akses jalan yang hanya bisa di
lewati oleh kendaraan roda dua saja
membuat kendaraan roda 4 tak terlihat disana. Keterbatasan akses-akses ini
membuat informasipun menjadi terbatas.
Dengan
tujuan bakti sosial di salah satu sekolah dasar di desa gangga 1 ini yaitu SD
GMIM Gangga 1 yang memiliki murid sekitar 70 murid dari kelas 1 hingga kelas 6, Generasi Baru Indonesia atau Genbi komisariat
Universitas Negeri Manado pada senin, 31 mei 2021 melalui Program Kerja pertama yang bertajuk
UTANGALOSOK atau Uluran Tangan Hingga Pelosok menyelipkan kegiatan-kegiatan seperti
membersihkan sekolah, mengecet kembali tembok-tembok sekolah dan memberikan
sosialisasi tentang protokol Kesehatan serta sosialisasi tentang Ciri-ciri Keaslian Uang
Rupiah atau disingkat dengan CIKUR dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan
tentunya.
Ada hal yang menarik yang terjadi ketika sosialisasi cikur ini tengah berjalan
yaitu ketika pemateri mengeluarkan uang pecahan 75 ribu ini kemudian di
perlihatkan, para siswa-siswi sekolah dasar ini dengan antusiasnya berebutan
untuk melihat dan memegang uang pecahan 75 ribu yang di keluarkan oleh Bank
Indonesia di tanggal 17 agustus 2020 dalam rangka memperingati tahun anugerah
kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan selama 75 tahun. Karena
keterbatasan informasi ada beberapa murid yang baru pertama kali melihat
pecahan 75 ribu ini pada saat itu, terlihat dari wajah-wajah polos mereka yang
menunjukan raut wajah sangat ingin tahu. Tidak lupa juga pemateri menambahkan
bahwa uang pecahan 75ribu ini merupakan alat pembayaraan yang sah agar
adik-adik yang polos itu tidak mengira itu uang mainan karena rupanya yang unik dan belum pernah mereka
gunakan untuk membeli permen.
Selain
pengenalan tentang uang 75 ribu, para murid juga diberikan informasi tentang rupiah
yang merupakan satu-satunya mata
uang yang menjadi alat pembayaran resmi di Indonesia, tokoh-tokoh hebat dalam rupiah,
apa itu 3D atau bagaimana membedakan rupiah
yang asli dengan yang palsu,
serta betapa hebatnya Rupiah kita yang
bahkan dengan teknologinya dapat
membantu teman yang memiliki keterbatasan seperti tidak bisa melihat untuk tetap dapat mengetaui pecahan uang berapa
yang sedang di pegang.
Begitu
banyak keseruan yang terjadi selama kegiatan ketika berinteraksi dengan
adik-adik yang polos nan lucu ini. Semoga dengan informasi yang mereka dapat
membuat mereka semakin Cinta, Bangga dan Paham akan Rupiah.

semoga selalu diberkati & tetap semangat berbagi pengetahuan dimanapun dengan sepenuh hati.
BalasHapus